Perbedaan Minat dan Bakat


Sebagai seorang promotor STIFIn, biasanya para klien yang ingin dites kalau saya tanya alasannya dites ialah ingin mengetahui bakat dan minat genetiknya. Bisa untuk dirinya sendiri ataupun keluarganya.

Apa sih sebenarnya pengertian minat dan bakat?

Minat menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) berarti keinginan, kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Minat dipengaruhi oleh perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut, atau hal lain yang mengarahkan individu pada suatu pilihan tertentu (Wahyuni & Falah, 2015). Minat terbentuk setelah diperoleh informasi tentang objek atau kemauan dan keterlibatan perasaan yang diiringi perasaan senang, terarah pada kegiatan tertentu dan terbentuk oleh lingkungan (Lengkey, 2020)

Bakat menurut KBBI adalah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir. Bakat merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan dilatih agar terwujud (Nurkarima, Wati, & Puspitasari, 2020). Bila seseorang memiliki bakat pada bidang tertentu maka jika dia mempelajarinya akan lebih cepat mahir dibandingkan yang tidak memiliki bakat pada bidang tersebut (Prima, 2021).

Berdasarkan pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa bakat adalah potensi yang berasal dari lahir, tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Bakat merupakan genetik, sifatnya tidak bisa berubah mengkuti usia. Jika seseorang menemukan bidang pekerjaan yang sesuai bakatnya, maka ia akan lebih mudah mengerjakan hal tersebut dibanding orang yang tidak berbakat.

Sedangkan minat dipengaruhi oleh lingkungan, bisa berupa informasi atau pengetahuan yang didapatkan dari berbagai sumber, dan bisa berubah.
Misalnya ada seorang anak yang berminat untuk mengikuti kursus coding, bisa jadi karena dia melihat teman-temannya ikut kursus yang serupa atau membaca dari sosial media bahwa coding adalah salah satu keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Jika dia merasa bosan, kemungkinan besar dia akan berubah minatnya ke bidang lain.

Dengan demikian maka akan sangat beruntung jika seseorang memiliki minat yang sama dengan bakatnya. Misalnya seseorang yang memiliki minat bermusik, kemudian ikut kursus musik dan ternyata dia memiliki bakat di sana. Dia akan lebih cepat mahir dalam bermusik dan tentunya akan lebih memiliki perasaan bahagia atau senang ikut kegiatan bermusik.

Bagaimana jika kita tidak mengetahui apa sebenarnya bakat yang kita miliki?

Jangan khawatir, sebab sekarang sudah banyak cara untuk mengetahui bakat genetik yang kita punya. Salah satunya adalah dengan melakukan tes sidik jari STIFIn. Buat yang ingin tes di wilayah Bandung, silakan kontak saya melalui whatsapp klik di sini.


Daftar Pustaka

Lengkey, Y. (2020). PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT SISWA. Educouns Journal: Jurnal Pendidikan Dan Bimbingan Konseling1(1), 1 – 7. Retrieved from https://ejurnal-mapalus-unima.ac.id/index.php/educouns/article/view/96


https://doi.org/10.14421/hisbah.2015.122-03

https://pdfs.semanticscholar.org/9458/036cb2b410e6f98089e6000686f8169f77d4.pdf

Bakat dan Minat

Leave a Reply

Your email address will not be published.